Jepang Minta Lagi 1.000 Perawat ; Jambi Ekspres 17 Desember 2008

| Jepang Minta Lagi 1.000 Perawat |
| Wednesday, 17 December 2008 | |
|
Gelombang Pertama Dapat Pujian JAKARTA - Tenaga kerja Indonesia (TKI) di bidang kesehatan memuaskan penggunanya di panti jompo Sunny Life Kimitsu, Chiba, Jepang. Karena itu, pemerintah Indonesia kembali berpeluang mendapatkan lowongan pekerjaan untuk 1.000 TKI. ’’Pemerintah Jepang menilai TKI Indonesia berperilaku baik dan mereka pun memberikan kesempatan kedua,’’ terang Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat kepada Jawa Pos kemarin. Ketika berdialog dengan Jumhur di Jepang, Masayo Kawashima, pengelola panti, mengutarakan, saat ini tempatnya membutuhkan tenaga careworkers (perawat orang tua jompo) dari Indonesia, sedikitnya 1.000 orang. Tenaga perawat itu terutama diharapkan dari lulusan sekolah keperawatan. Masayo juga mengatakan, di Jepang perkembangan orang tua lanjut yang memerlukan panti jompo terus bertambah dari tahun ke tahun, sejalan semakin tingginya tingkat harapan hidup masyarakat Jepang sendiri. Menanggapi hal itu, Jumhur berjanji menyiapkan langkah-langkah di Indonesia. Dia juga akan membicarakan pelaksanaannya dengan pemerintah Jepang, sehingga dapat memenuhi keinginan pihak Sunny Life Kimitsu pada 2009. ’’Itu juga untuk merealisasikan potensi pengiriman pekerja dengan skill profesional ke luar negeri,’’ terang dia. Panti jompo Sunny Life Kimitsu dihuni 299 orang tua dengan usia 70 hingga 80-an tahun. Panti itu dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai, baik kamar, hiburan, sarana olahraga, kesehatan, salon, maupun makan minum yang terjaga dengan gizi yang baik. Gedungnya pun di area luas dengan bertingkat-tingkat. Pada saat berkunjung ke sana, Jumhur mengaku sempat berdialog dengan jajaran pengurus panti dan beberapa penghuni, baik orang tua jompo wanita maupun pria. Dia bahkan mengaku terkesan dengan kebersihan dan pengelolaan panti yang rapi serta memiliki banyak kegiatan pelayanan bagi penghuninya. ’’Tentu iklim itu akan membuat perawat Indonesia kerasan,’’ terangnya. Terkait hal itu, Duta Besar RI untuk Jepang Jusuf Anwar, menegaskan komitmennya untuk membantu penuh tugas-tugas BNP2TKI di luar negeri, terutama bagi para TKI di Jepang. Upaya bantuan perlindungan itu, kata Jusuf Anwar, akan diberikan kepada 208 TKI sektor formal program G to G (government to government) Indonesia-Jepang. Sebagian besar mereka adalah para perawat dan careworkers (pengasuh orang tua jompo) Indonesia yang ditempatkan BNP2TKI di Jepang sejak Agustus 2008. ’’Bukan saja aktif memonitor, tapi kami juga selalu berhubungan serta terbuka terhadap hal-hal apa pun yang ada pada kami untuk mereka,’’ jelas Jusuf. ’’Jadi, KBRI Tokyo ini sangat aktif dan membuka pintu lebar-lebar untuk para TKI. Jika ada informasi yang diperlukan, akan kami sampaikan langsung. Sebaliknya, jika ada persoalan, kami juga akan berada di depan mereka,’’ tambahnya. (zul/iw/kim) |
sumber: Jambi Ekspres, 17 Desember 2008
Kelulusan CPNS 12 Januari ; Jambi Ekspres 22 Desember 2008
| Kelulusan CPNS 12 Januari |
| Monday, 22 December 2008 | |||||
|
Ribuan Peserta CPNS Tak Ikut Ujian
Sementara meski telah terdaftar jadi peserta tes CPNS, saat tes kemarin ribuan peserta CPNS se Provinsi Jambi tak hadir. Di Provinsi Jambi sendiri sebanyak 513 Peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Provinsi Jambi, hari Minggu (21/12), yang diadakan di beberapa tempat di Kota Jambi, tidak hadir dalam tes tersebut. Belum tahu apa alasan banyaknya peserta yang tidak hadir. Direncanakan pengumuman tes CPNS serentak tanggal 12 Januari 2009. Menurut Kepala Biro Urusan Pegawai (UP), Husnaini, pada Minggu siang di lokasi tes, jumlah pelamar sebanyak 3.026 peserta, setelah diseleksi bahan-bahannya yang lulus administrasi sebanyak 2.513 peserta. Menjelang ujian, peserta yang lulus administrasi harus mengambil nomor ujian, ternyata yang mengambil sebanyak 2.078 peserta. Dari 2.078 peserta itu, yang ikut ujian sebanyak 1565 orang. ” Jadi yang tidak ikut ujian cukup banyak sekitar 513 peserta, kita tidak tahu apa alasannya,” ujar Husnaini. Ujian yang diadakan di Gor Kota Baru, Balai Diklat dan Poltekes Jambi berlangsung aman dan tertib. Pelaksana tugas Sekda Jambi, Syafruddin Efendi yang meninjau pelaksanaan ujian mengatakan, ujian berjalan lanjar dan dalam pelaksanaan berjalan baik. Beberapa formasi, misalnya formasi Dokter Spesialis Anastesi yang dibutuhkan 7 orang sedangkan yang ikut ujian 1 orang, begitu juga dengan S2 Ilmu Politik, yang dibutuhkan 1 orang dan ujian 1 orang, belum otomatis lulus. ” Belum tentu, kita lihat dulu kemampuannya, kalau nilainya nanti bagus ya lulus, kalau tidak bagus kan tidak bisa juga diluluskan,’’ tegasnya. Lembar Jawaban Komputer (LJK) tersebut, Senin (22/12) akan langsung dikirimkan ke pihak rekanan yaitu Fakultas Tekhnologi Universitas Indonesia (FT UI) untuk diperiksa sedangkan lembaran soal yang berjumlah 2513 akan dimusnahkan sore nanti dan dibuatkan berita acaranya Beberapa peserta mengungkapkan, soalnya tidak terlalu sulit, bisa diisi semua. Hanya saja sedikit mengalami kesulitan dalam pengisian data pada LJK. ‘’Bingung, nama ditulis pakai gelar atau tidak,” ujar Rika. Ujian dimulai dari Pukul 08.30-10.30 WIB, materi soal Tes Bakat Skolastik (TBS), Tes Skala Kematangan (TSK) dan Tes Kemampuan Umum (TPU) dengan jumlah soal keseluruhan 100 buah. Di Kota Jambi dari 8.295 yang lulus administrasi, hanya 6.629 yang mengambil nomor ujian. Dari jumlah tersebut, hanya 5.307 yang datang ujian kemarin, sedangkan 2.988 orang tak hadir. “Peserta terbanyak ikut ujian ada di Koni, makanya sidak pertama pak wali ke sini dan dilanjutkan ke beberapa tempat lainnya,” jelas Reynold, Kepala BKD Kota Jambi kemarin. Di Kabupaten Tanjabtim, meski ujian tertulis penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah dilaksanakan kemarin, dapat dipastikan akan ada formasi yang kosong. Pasalnya, peserta yang mestinya ikut pada formasi tersebut tidak mengikuti ujian yang diselenggarakan kemarin. Hal ini terjadi pada formasi dokter gigi. Dari dua orang yang dibutuhkan Pemkab, hanya satu orang yang mengambil nomor ujian. Namun meski sudah mengambil nomor ujian, ternyata peserta satu-satunya, itu tidak terlihat hingga ujian kemarin berakhir. ‘’Karena itu formasi tersebut dipastikan tidak terisi, padahal formasi itu kita ajukan memang karena daerah ini sangat membutuhkan,’’kata ketua panitia penerimaan CPNS Tanjabtim, H Eddy Kadir di gedung olah seni Gelora Paduka Berhala, tempat ujian dilaksanakan, kemarin. Selain itu, masih banyak peserta lain yang juga tidak ikut ujian. Total keseluruhan 89 orang. Semula Pemkab menerima berkas lamaran sebanyak 1969 pelamar. Setelah diseleksi berkas yang memenuhi syarat administrasi hanya 1140. Dari jumlah tersebut, hingga batas akhir pengambilan nomor, tercatat 123 orang yang tidak mengambil nomor ujian. Saat itu saja Pemkab sudah merasa kecewa, namun karena memang hal itu merupakan hak pelamar, Pemkab tidak bisa berbuat apa-apa. Parahnya, setelah dicek pada saat ujian kemarin, banyak terlihat bangku peserta yang kosong. ‘’Berkemungkinan mereka melamar tidak pada satu tempat. Karena itu mereka banyak yang memilih lokasi ujian di daerah lain,’’imbuh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hasan Hamzah yang kemarin juga mendampingi Eddy Kadir. Banyaknya peserta yang tidak hadir, menurut Eddy Kadir memang menguntungkan bagi peserta lain yang ikut berkompetisi. Namun di sisi lain, Pemkab Tanjabtim sebagai pihak yang mengajukan formasi sesuai kebutuhan, merasa sangat dirugikan. Dengan tidak terpenuhinya formasi sebagaimana yang diharapkan Pemkab, jelas akan sangat berdampak pada perencanaan sebaran PNS dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemkab dituntut untuk merubah rencana penataan sesuai kuota yang terpenuhi. ‘’Karena itu kita sangat dirugikan oleh hal ini. Kedepan kita berharap persoalan seperti ini dapat diantisipasi tentunya dengan koordinasi yang lebih matang antara panitia provinsi dengan panitia di daerah,’’ujar Eddy Kadir seraya menambahkan bahwa formasi yang tidak terisi akan diajukan kembali ke Menpan. Dari pantauan koran ini kemarin, ujian berlangsung lancar. Ujian yang dimulai pada pukul 8.45 WIB itu persis berakhir pada pukul 10.15. Selain panitia, Pemkab juga menggandeng aparat kepolisian guna memantau jalannya tes. Terlihat puluhan aparat Polres Tanjabtim berjaga-jaga di beberapa titik dalam dan luar gedung. Wakil Bupati M Juber yang juga memantau jalannya tes kamrin menjelaskan, soal tes berikut lembar jawaban (LJK) langsung didatangkan dari Lembaga Teknis Universitas Indonesia di Jakarta. Pelaksanaan tes CPNS di Bungo yang dilakukan di empat lokasi pada Minggu (21/12) kemarin berjalan aman dan lancar. Hal itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bungo, Darwis M Nur didampingi Asisten II Setda Bungo, Khaidir Saleh ketika ditemui Koran ini kemarin. Menurutnya, dari peninjauannya di lapangan kemarin tidak melihat adanya kecurangan dilapangan, namun pihaknya tetap berharap agar masyarakat atau peserta yang merasa terjadi keganjilan dilapangan untuk segera melaporkan ke pihak terkait agar bisa cepat ditindaklanjuti. Pelaksanaan ujian test CPNS berjalan aman dan lancar. Tapi tetap untuk menjamin hasil penjaringan yang baik, saya sudah menegaskan agar penjaringan itu dilakukan dengan bersih, terbuka tanpa ada unsur kecurangan apapun,” ujarnya. Berdasarkan pantauan Koran ini, Minggu (12/12), di beberapa lokasi, tampak pelaksanaan ujian CPNSD untuk lingkungan Pamkab Bungo yang siap menerima 268 formasi itu, berjalan aman dan lancar. Untuk diketahui, pelaksanaan ujian CPNSD untuk lingkungan Pemkab Bungo ini dilakukan di empat lokasi, yakni di SMA Negeri 1 Muara Bungo, SMA Negeri 4 Muara Bungo, SMP Negeri 1 Muara Bungo dan SMP Negeri 7 Muara Bungo. Sementara itu, Bupati Merangin H Nalim mengatakan pelaksaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemkab Merangin 2008 ini yang di gelar kemarin berlangsung murni. Karena mulai dari soal ujian tertulis di buat oleh tim dari Jakarta. Saat pengambilan soal tiba di Jambi dikawal aparat kepolisian. Setelah tiba di Bangko, Merangin soal diamankan di Mapolres Merangin dan baru pagi kemarin petugas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Merangin yang dikawal ketat polisi membawa soal ke tempat atau sekolah dilaksananya tes tertulis CPNS Kabupaten Merangin 2008. ‘’Jika ada yang terbukti main uang ataupun percaloan bagi staf akan ditindak untuk diteruskan ke proses hukum,’’ ungkap H Nalim saat membuka secara resmi tes tertulis di SMPN 4 Merangin, kemarin. Dijelaskan Bupati Merangin, setelah dilakukan tes tertulis, semua soal CPNS yang telah dikumpulkan dan akan dibakar untuk dimusnahkan. Karena rahasia negara. Setelah itu Bupati Merangin juga turun melakukan pemantauan ke ruang tempat dilaksakan tes tertulis yang diikuti 3.800 orang pelamar dari berbagai formasi. Ikut juga mendampinginya, Peltu Sekda Merangin Drs H Marzuki Yahya, Kepala BKD Merangin Drs H Amrun Yusuf, Sekretaris BKD Drs Sulaiman Ismail, Kabag Hukum Zainul SH dan pejabat Merangin lainnya. Pemantauan dilakukan Bupati Merangin tersebut dimulai dari SMPN 3 Merangin di Pematang Kandis, SMK N 2 Merangin di Mentawak, SMA N 6 Merangin di Sungai Ulak, SMA N 1 Merangin di Pasar Atas Bangko hingga ke SMK N 1 Merangin di Talang Kawo Bangko. Pelaksaan ujian tertulis CPNS Merangin yang di gelar secara serentak di Provinsi Jambi kemarin, berlangsung lancar. Hanya saja kendala seperti di SMPN 4 Bangko, ada beberapa ruang yang agak terlambat mendapatkan soal ujian tertulis. Bahkan peserta ujian sempat menanyakan kepada panitia dan pengawas soal lambatnya soal ujian tertulis. Di Kabupaten Muarojambi, pelaksanaan tes seleksi CPNS kemarin minim peserta. Soalnya, dari sebanyak 5.218 berkas lamaran yang diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD), berkas yang dinyatakan lulus hanya 3.700 (71 %), sedangkan yang mengambil nomor tes hanya 2.780 orang. Sementara, yang hadir mengikuti tes hanya sekitar 1.800 orang (65 %). Tes bertempat di 21 sekolah dalam Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan Sekernan. Jumlah sekolah yang digunakan sebagai temat tes yakni 15 SD, 3 SMP, 2 SMA, dan 1 SMK. Pelaksanaan tes berlangsung lancar dan tertib serta ditinjau langsung oleh Bupati, H Burhanuddin Mahir SH. Tes dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan pengawalan ketat anggota kepolisian dan Sat Pol PP. Beberapa peserta terlihat kebingungan mencari tempat tes. Berkas soal tes dibawa ke lokasi oleh petugas kepolisian. Selain diawasi oleh pegawai BKD, tes kali ini juga diawasi langsung oleh petugas dari Menpan. Banyaknya peserta yang tidak hadir mengikuti tes diduga disebabkan oleh banyaknya peserta yang lulus berkas di daeah lain. Di sisi lain, formasi kebutuhan per jenjang pendidikan sedikit. Namun demikian, minimnya peserta tidak mempengaruhi pelaksanaan tes. ‘’Berkas soal tes dikirim oleh pusat langsung ke Polres. Pengawas dari Menpan juga ada. Setelah tes, seluruh lembaran jawaban peserta dikumpulkan dan langsung dibawa ke Provinsi untuk dikirim ke pusat. Kecil kemungkinan adanya permainan, sebab penentuan kelulusan berada di pusat’’, kata Kepala BKD Muarojambi, Drs Imbang Jaya. Sementara itu, Bupati Burhanuddin Mahir meninjau pelaksanaan tes di SMP 8 Rengas Bandung, SMK Sekernan, dan SD Senaung. Burhanuddin menepis adanya kemungkinan terjadinya kongkalikong dalam proses penentuan kelulusan peserta. Sebab, menurut Burhanuddin, segala sesuatu yang berkaitan dengan tes CPNS merupakan kewenangan pusat. ‘’Jangan mudah percaya dan terperdaya oleh informasi adanya kongkalikong atau jalur belakang. Biasanya kesempatan seperti ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mendapatkan uang dari peserta tes. Saya tegaskan, di Muarojambi tidak ada permainan,” tegas Burhanuddin. Di Kabupaten Kerinci, ratusan pelamar CPNS yang dinyatakan lulus seleksi bahan di Pemkab Kerinci, pada hari H atau pelaksanaan ujian tes tertulis yang berlangsung Minggu (21/12) kemarin tidak hadir. “Jumlah yang tidak hadir keseluruhan mencapai ratusan bahkan dua ratusan lebih, hanya jumlah pastinya masih direkap oleh pihak panitia dan ini tergambar dari pelaksanaan ujian yang dilaksanakan hari ini,” terang Sekda Kerinci H Maaruf Kari didampingi Kepala BKD Ir Mahdi Thaib usai memantau pelaksanaan ujian Tes CPNSD Kerinci, kemarin. Banyaknya peserta ujian tes CPNS yang tidak hadir itu kata Sekda, juga diketahui berdasarkan hasil pantauan ke beberapa sekolah di Kota Sungaipenuh yang dijadikan tempat pelaksanaan ujian kemarin. Hampir rata di berapa sekolah kata Sekda, jumlah peserta yang tidak hadir mencapai puluhan orang jumlahnya. Sekda menyontohkan seperti dari pantauanya ke SMP 2 Sungaipenuh jumlah peserta yang hadir hanya 177 orang sementara yang tidak hadir mencapai 65 orang yang merupakan tempat tes bagi tenaga guru dan S1 teknis, demikian pula sebaliknya di SMP 1 Sungaipenuh dari jumlah peserta 441 orang, hadir 353 orang dan tidak hadir 88 orang. “Jadi ini berlaku dari semua sekolah atau ruangan yang dijadikan tempat tes tertulis yakni di 17 sekolah rata-rata per sekolahnya peserta yang tidak hadir mencapai puluhan orang,” terang H Maaruf Kari. Di Kabupaten Batanghari, ratusan pelamar CPNS tidak mengikuti tes tertulis kemarin (21/12). Diperkirakan ada sekitar 320 orang yang tak mengikuti tes tertulis ini, namun jumlah tersebut belum dapat dipastikan karena sekitar pukul 15.00 WIB kemarin Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batanghari masih dalam proses pemantapan penghitungan. “Yang tidak mengikuti tes sekitar 320 orang pelamar, jumlah ini belum bisa dipastikan karena saat ini (sore kemarin, red), masih dalam pemantapan penghitungan, jumlah itu (320, red) sudah mendekati riil,” ungkap Usman A SH, Kepala BKD Batanghari melalui Zukri SH, Sekretaris BKD Batanghari kemarin (21/12). |
|||||
Hanura Tetap Realistis ; Jambi Ekspres 22 Desember 2008
| Hanura Tetap Realistis |
| Monday, 22 December 2008 | |
|
Songsong Pemilu 2009
Partai yang dinahkodai Wiranto ini, tidak lantas mematok target muluk pada kesempatan pertama keikutsertaan mereka diarena pesta demokrasi pemilu 2009. Korda Hanura Provinsi Jambi, H.A Murady Darmansjah, mengungkapkan, partai Hanura tetap mencoba realistis dalam menatap pemilu 2009, kendatipun disatu sisi optimisme tetap tinggi. “Kita berpikir simpel saja, tidak ada masalah nomor urut. Yang jelas sekarang seluruh kader bergerak dan berjuang membesarkan partai,” ujar Murady saat dihubungi dua hari lalu. Wakil bendahara DPP Hanura ini mengakui, pada pemilu 2009 mendatang partai Hanura menargetkan kursi satu fraksi. Target tersebut berlaku mulai dari DPR RI, sampai DPRD kabupaten/kota. “Kita realistis saja. Di DPR RI misalnya, kita perlu sekitar 86 orang untuk mencukupi target satu fraksi,” sebut Murady sembari menegaskan keyakinannya jika Hanura bakal mampu merealisasikan target tersebut. “Insya Allah akan tercapai,” imbuhnya. Caleg DPR RI nomor urut 1 dapil Jambi ini mengatakan, sejauh ini dirinya selaku korda Hanura Provinsi Jambi, telah menginstruksikan seluruh kader partai agar mengadakan kegiatan penggalangan dukungan dilapangan. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya merealisasikan target yang telah dicanangkan. “Sekarang semua level sudah bergerak dengan menggunakan berbagai sistim. Ada yang menggarap kelompok masyarakat berdasarkan etnis, ada juga yang menerapkan sistem infanteri yakni melakukan pendekatan secara door to door dengan masyarakat. Saya sendiri menggunakan sistem infanteri, karena saya nilai sistem itu sangat efektif,” papar pengusaha sukses ini. Murady juga menyatakan, seorang caleg harus memperkuat basis massa yang dimilikinya, sebelum melebarkan sayap menggarap daerah diluar basis. “Basis massa itu sebagai modal kita, jadi harus diperkuat sebelum menggarap daerah-daerah lain,” tandasnya. Sementara itu, ketua DPD Partai Hanura Provinsi Jambi, Yopi Muthalib, belum berhasil dimintai tanggapannya menyangkut kesiapan dan target dalam menghadapi pemilu 2009 mendatang. (tev) |
-
Archives
- December 2008 (12)
- November 2008 (19)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

JAMBI - Disebut sebagai pendatang baru yang berpotensi membuat kejutan pada pemilu 2009, agaknya tidak membuat partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) besar kepala.