Berita Penerimaan CPNS ; Jambi Ekspres 21 November 2008
| Alumni STAIN-STIT Tak Diakomodir |
Penerimaan CPNS Propinsi Jambi ; Posted Jambi Independen 20 November 2008
| Utama: CPNS Daerah Buka Hari Ini Posted on Thursday, November 20 @ 11:15:00 WIT by udink |
Masa Pendaftaran
sampai 4 Desember
Alpadli M & Dedy R,
Kota Jambi
PEMERINTAH Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten/kota hari ini (20/11) mulai membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) daerah. Pengumuman yang ditunggu-tunggu para peminat profesi PNS itu dimuat di Jambi Independent hari ini dan ditempel di kantor-kantor pemerintahan masing-masing daerah.
Pemprov Jambi akan merekrut sebanyak 127 CPNS lewat jalur umum. Sebanyak 70 di antaranya akan direkrut untuk tenaga kesehatan, 48 tenaga teknis, dan 9 untuk pelatih dan atlet. Khusus lowongan untuk pelatih dan atlet baru dibuka tahun ini.
Dalam keterangannya, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Syafruddin Effendi menjelaskan, pengiriman lamaran dilakukan lewat pos mulai 20 November 2008 sampai 4 Desember 2008. Hasil seleksi administrasi berkas akan diketahui pada 12 Desember 2008.
Dia juga menjelaskan, ujian tertulis akan dilakukan pada 21 Desember 2008 serentak se-Provinsi Jambi. Hasil dari keseluruhan seleksi, lanjut Sekda, akan diketahui pada 12 Januari 2009.
Sementara itu, Pemkot akan menerima sebanyak 377 CPNS setelah mendapat persetujuan penambahan 59 formasi untuk tenaga kesehatan. Plt Sekda Kota Jambi Husin Kasim mengatakan, penambahan itu diperlukan untuk memenuhi tenaga kesehatan di RSUD H Abdul Manap yang baru diresmikan.
Tenaga guru masih mendominasi kebutuhan Pemkot tahun ini, yakni 201 formasi. Sedangkan untuk tenaga kesehatan dibuka 127 formasi dan tenaga teknis 49 formasi. “Itu semua untuk perekrutan di jalur umum tahun ini,” katanya.
Pemkab Tanjab Timur akan merekrut 432 CPNS lewat jalur umum, honorer, dan sekretaris desa (sekdes). Pelamar umum akan diterima sebanyak 218 guru, 66 tenaga kesehatan, dan 46 tenaga teknis. Sedangkan honorer akan direkrut 63 CPNS dan sekdes 39.
Kepala BKD Tanjab Timur Hasan Hamzah mengakui bahwa Tanjab Timur memang memrioritaskan perekrutan tenaga guru. Selain itu, perekrutan kali ini dibatasi hanya bagi pencari kerja dengan latar belakang pendidikan S-1 dan D-3.
Di Batanghari, kebutuhan terbanyak juga tenaga guru. Tahun ini Pemkab setempat akan merekrut sebanyak 331 CPNS, 201 di antaranya guru. Sisanya, 85 formasi untuk tenaga kesehatan dan 45 formasi tenaga teknis dan administrasi lainnya.
Menurut Kepala BKD Batanghari Usman A, tahun ini ada kebijakan khusus yang dibuat oleh Pemkab, yakni kesediaan mengabdi selama sepuluh tahun sejak diterima menjadi PNS. Hal itu ditunjukkan CPNS dalam bentuk pernyataan tertulis.
“Ini untuk mengantisipasi kecenderungan CPNS minta pindah padahal baru saja diterima,” katanya. Dalam beberapa kasus, sering kali CPNS langsung mengajukan surat permohonan pindah segera setelah mendapatkan nomor induk pegawai (NIP). “Kalau begitu, selamanya kita akan kekurangan tenaga,” katanya.
Pemkab Kerinci juga memastikan dibukanya pendaftaran CPNS daerah mulai hari ini. Daerah paling ujung di bagian barat Provinsi Jambi itu akan merekrut setidaknya 432 CPNS. Sebanyak 243 di antaranya akan direkrut lewat jalur umum, 98 lewat jalur honorer, dan 91 lewat jalur sekdes.
Kasubid Pengadaan dan Pensiun BKD Kerinci Ir Neli Hasmia Ningsih mengatakan, kesempatan terbanyak diberikan kepada guru, yakni sebanyak 133 formasi. Sisanya tenaga kesehatan 63 dan tenaga teknis 47.
Sekda Kerinci H Maaruf Kari mengingatkan agar pelamar CPNS tidak terpengaruh calo atau pejabat yang mengaku bisa menjamin kelulusan. “Tes CPNS ini murni. Tak satu pun yang bisa menjamin seseorang itu lulus, termasuk saya selaku sekda,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Sarolangun tahun ini mendapat persetujuan untuk menerima CPNS lebih banyak dari usulan awal 468 orang. Kepala BKD Kabupaten Sarolangun Z Halbunan kemarin (19/11) mengatakan, ada tambahan 50 orang.
Jadi Sarolangun tahun ini akan merekrut sebanyak 518 CPNS. Sebanyak 150 orang di antaranya direkrut lewat jalur honorer. Sayang, Halbunan belum berani membeberkan formasi CPNS yang dibutuhkan dengan alasan belum melapor ke bupati.
KPUD Provinsi Jambi juga menerima CPNS dari kalangan lulusan S-I dan D-III. Sekretaris KPUD Provinsi Jambi Abdul Zaki menyatakan, rekrutmen pegawai KPUD dilakukan seluruh daerah di Indonesia. “Kita di bawah koordinasi Palembang,” ujar pria yang baru dua hari dilantik itu, kemarin.
Di antara sarjana yang dibutuhkan KPUD itu adalah dari jurusan ilmu pemerintahan, politik, administrasi negara dan ilmu hubungan internasional. Lainnya, hukum perdata, pidana, tata negara, dan administrasi negara dan ekonomi manajemen. Sedangkan D-III akan diambil dari jurusan akuntansi, komunikasi/humas dan komputer. Pendaftaran dibuka selama 24-28 November 2008.(usr/lis/eep/roz/dra/aki)
Berita Seputar Penerimaan CPNS dari Jambi Independen Selasa 18 November 2008
| Utama: Pakai Jaringan, Bawa Surat BKN Posted on Monday, November 17 @ 21:37:33 WIT by udink |
PNS memang masih menjadi daya tarik bagi sebagian besar masyarakat Jambi. Kondisi itulah yang dimanfaatkan para calo untuk menjerat korban. Dalam aksinya para calo juga sangat meyakinkan. Mereka tak segan-segan menjual nama pejabat yang berkompenten dan mengaku kenal orang pusat.
Rominof, misalnya, dalam aksinya tidak bergerak sendiri. Dia memanfaatkan dua rekannya, Sovia Haviz dan Dasmilla, sebagai pencari mangsa dengan imbalan dapat komisi Rp 2 juta per orang.
Untuk meyakinkan para korban, Rominof cs mengaku punya kenalan di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jakarta. Dia juga menunjukkan beberapa surat dengan stempel asli BKN Jakarta. Entah dari mana Rominof mendapatkan itu, yang jelas dia menargetkan mendapatkan uang dari hasil pencaloan CPNS tersebut. Hal itu terbukti di persidangan.
Sekadar mengingatkan, atas perbuatannya, Rominof divonis hakim 2,6 tahun. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi terungkap, dalam setiap aksinya Rominof menargetkan mendapat Rp 15 juta dari setiap korban. Aksi penipuan itu dilakukan pada 2004-2006.
Jika dikalikan jumlah korban sebanyak 54 orang, selama dua tahun beraksi Rominof berhasil meraup dana Rp 810 juta. Jumlah ini bisa lebih, sebab di antara korban ada yang menyetor hingga ratusan juta.
“Saya dan Dasmila hanya bertugas mencarikan orang yang ingin menjadi CPNS. Yang urus semuanya Rominof,” kata Sovia Havis. Menurut Sovia, dia masuk dalam lingkaran percaloan berawal dari meminta tolong kepada Rominof untuk meloloskan adiknya menjadi CPNS.
Sovia melanjutkan, dia menemui Rominof karena yang bersangkutan mengaku kenal dengan orang dalam BKN. Namun Rominof mengatakan tidak bisa diproses kalau hanya satu orang. “Kebetulan ada beberapa orang juga yang datang kepada saya untuk meminta tolong,” ungkap Sovia yang mengaku sebelumnya pernah mengurusi orang yang ingin menjadi CPNS.
Lebih jauh Sovia mengatakan, dalam aksinya mereka mereka menjanjikan korban bisa diterima sebagai PNS. Korban diharuskan menyerahkan uang antara 25 juta hingga 30 juta untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkat D-3 dan sarjana, uang yang disetorkan antara Rp 30 hingga Rp 35 juta.
Setelah menerima uang, kepada setiap korban mereka menjanjikan SK pengangkatan sebagai PNS segera turun. Tapi hingga waktu yang ditentukan, SK tersebut belum juga diterima korban.(lyn)
Berita Seputar Penerimaan CPNS dari Jambi Independen Selasa 18 November 2008
| Utama: Calo CPNS Belum Jera Posted on Monday, November 17 @ 21:35:19 WIT by udink |
Pemprov Diminta
Tak Menutupi
alpadli & suci idealin, Kota Jambi
PARA calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) tak jera beraksi setiap kali rekrutmen pegawai pemerintahan dimulai. Padahal sejumlah calo sudah diseret sampai ke meja hijau atas laporan para peminat yang gagal masuk CPNS.
Anggota Fraksi Keadilan Demokrat (FKD) DPRD Provinsi Jambi Syafrudin Dwi Aprianto menengarai bahwa praktik percaloan selalu mencuat di setiap perekrutan CPNS di Provinsi Jambi. Hanya saja, lanjut dia, praktik “jalur belakang” ini sulit dibuktikan.
Dia berharap pemerintah tidak ikut menutup-nutupi praktik percalonan. Justru, katanya, panitia harus proaktif membongkar percaloan untuk membuktikan bahwa rektrutmen CPNS itu bersih. “Praktik percaloan ini kan ibarat pepatah, bisa dirasa tapi sulit diraba,’’ kata politisi dari PKS ini kemarin.
Kasus percaloan terakhir yang berhasil diungkap aparat terjadi di Kabupaten Merangin. Pekan lalu, polisi setempat menangkap Heru (40) setelah mendapat laporan dari Tampubolon (59) dan Silitonga (45). Kedua warga itu mengaku ditipu Heru, masing-masing Rp 70 juta.
Kisahnya, Heru mengaku kepada Tampubolon dan Silitonga bisa memasukkan anak-anak mereka menjadi CPNS di Merangin pada 2006-2007 lalu. Namun janji itu tidak kesampaian. Masalahnya, Heru juga menolak mengembalikan uang yang telanjur disetor kedua warga tersebut.
Menurut Tampubolon, pada 29 Desember 2007 lalu Heru pernah mengembalikan uang, tapi baru Rp 20 juta. “Sisanya hingga kini belum dikembalikan, sampai kami melaporkan kasus ini ke polisi,” ujar Tampubolan.
Selain Heru, setidaknya kini ada empat calo CPNS yang sedang menjalani hukum, baik di kepolisian maupun di pengadilan. Yang paling menggemparkan adalah kasus penipuan peminat CPNS dengan tersangka Rominof dan dua rekannya, Sovia Haviz dan Dasmilla.
Dari persidangan di Pengadilan Negeri Jambi terungkap, selama dua tahun, 2004-2006, Rominof Cs berhasil menipu 54 peminat CPNS. Ini jumlah yang melapor. Menurut informasi, masih banyak korban Rominof cs yang tidak melapor karena malu.
Kasus tersebut terungkap setelah para korban melaporkan Rominof cs karena uang mereka tidak dikembalikan pelaku setelah tahu mereka gagal diloloskan lewat jalur kilat. Padahal dalam perjanjian, jika tidak lolos uang akan dikembalikan. Dari puluhan korban tersebut, dana yang berhasil diraup Rominof cs mencapai angka miliaran rupiah.
Ya, para calo umumnya bergerak dengan janji bisa menggolkan “kliennya” menjadi CPNS lewat jalur cepat dan menyebut nama pejabat di pemerintahan. Syaratnya itu tadi, uang pelicin antara Rp 30 sampai Rp 70 juta.
Aksi seperti Heru dan Rominof cs diyakini banyak kalangan masih berlanjut. Bahkan, pada bulan ini, ketika sebagian instansi sudah membuka pendaftaran CPNS, para calo itu sudah beraksi. Mereka juga sudah bersiap menyambut pembukaan CPNS di lingkungan Pemprov dan pemkab/pemkot dalam Provinsi Jambi.
Sayang, Panitia Pelaksana Penerimaan CPNS Pemprov Jambi tidak begitu ambil pusing dengan aksi percaloan ini. Karena itu Kepala Biro Urusan Kepegawaian Setda Provinsi Jambi Husnaini menyatakan, tidak ada antisipasi khusus untuk membendung aksi percaloan.
Saat disebutkan bahwa aksi percaloan mulai marak lagi dan bisa merugikan peminat CPNS serta merusak citra pemerintahan, Husnaini tak banyak berkomentar. “Kita berharap kali ini tidak ada calo yang bermain,” ujarnya kemarin (16/11).
Husnaini juga tidak memberikan langkah-langkah panitia untuk mengatasi percalonan. Itu karena dia sangat yakin tidak ada aksi percaloan pada penerimaan CPNS di lingkup Pemprov tidak. Jadi, “Kalau ada percalonan, itu bukan di Pemprov,” katanya.(*)
-
Archives
- December 2008 (12)
- November 2008 (19)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
