www.NaizalNorewan.com2

Naizal Norewan World Wide

Berita Penerimaan CPNS ; Jambi Ekspres 21 November 2008

Alumni STAIN-STIT Tak Diakomodir
Friday, 21 November 2008

Ikut Seleksi CPNS di Kerinci

 SUNGAIPENUH-Nasib kurang menguntungkan menimpa alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan SekolahTinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Kerinci. Ribuan mantan mahasiswa di dua perguruan tinggi tersebut tidak diakomodir dalam penerimaan CPNS di Kabupaten Kerinci untuk tahun 2008. poto-cpns
   PADAT : Kantor Depag Kota Jambi, kemarin yang dipadati pemburu kursi CPNS.

Terutama sekali bagi ribuan alumni Program Diploma Dua (D2) STAIN dan STIT ini, mereka terpaksa harus mencari dan mengadu nasib ke daerah lain lantaran di negeri sendiri yakni di Kerinci tidak ada penerimaan pegawai negeri.

                Melainkan yang diterima saat ini di Kerinci adalah lulusan D2 PGSD dan bukan yang berasal dari STAIN maupun STIT Kerinci itu. Anehnya lagi justru di daerah lain atau di luar Kerinci seperti di Kabupaten Solok Selatan atau di Padang Aro, justru tamatan D2 STAIN dan STIT Kerinci diakomodir dalam penerimaan CPNS tahun ini.

                “Kami sangat kecewa sekali dengan sikap pemerintah Kabupaten Kerinci yang tidak memperjuangkan nasib ribuan alumni STAIN dan STIT Kerinci ini. Memang aneh Pemda Kerinci, masa alumni sendiri tidak diterima atau dihargai, lalu siapa lagi yang akan menghargai tamatan Kerinci kalau tidak Pemerintah Kerinci,” terang Adi Novendra mantan Presiden STAIN Kerinci yang juga alumni D2 yang kini telah transfer ke S1 itu.

                 Ia menjelaskan, apakah Pemda Kerinci tidak merasa malu yang tidak menghargai tamatan dua sekolah tinggi di Kerinci ini sementara orang lain saja menerimanya dan masih memberikan kesempatan bagi alumni Kerinci. “Soal lulus atau tidak itu tergantung dari perjuangan masing-masing individu pula, sekarang ini kami diibaratkan merantau dalam negeri atau sebelum berperang kami sudah kalah duluan,” jelasnya.

                Dikatakan Andi lagi, alumni atau lulusan STAIN dan STIT Kerinci jumlahnya ada ribuan orang itu untuk Diploma 2 saja, belum lagi S1 nya dari pengumuman yang telah dikeluarkan oleh pemda Kerinci tidak satupun yang mengakomodir tamatan STAIN  dan STIT ini. “Bagaimana kami tidak kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang kurang memperhatikan nasib putera daerah sendiri,” ucapnya.

                Disisi lain rasa kecewa dan nada protes disampaikan langsung oleh Pembantu Ketua (Puket) I STAIN Kerinci Drs H  Martunus Wahab, MPdI. Dirinya juga mengakui tidak ada alasan bagi pemerintah Kabupaten Kerinci tidak mengakomodir tamatan STAIN dan STIT terutama D2 PGMI. “Tidak ada alasan untuk tidak menerima lulusan STAIN dan STIT,” tegas Martunus Wahab yang juga Ketua STIT Kerinci.

                Dengan nada emosi Martunus menuturkan, bahwa 4 Menteri yakni Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), Menteri Agama, Mendiknas, Menkes, BKN Pusat dan termasuk juga BKND Sumatera Barat telah menyepakati antara lain bahwa dalam penjaringan atau testing CPNS khusunya untuk calon guru MI dan SD diberikan peluang yang sama antara lulusan Program D2 PGSD yang diselengarakan oleh Depdagri di lingkungan Diknas dengan PGMI/SD yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Islam dilingkungan Depag.

                “Ini sudah disepekati oleh 4 Menteri, masa pemerintah Kabupaten Kerinci menyepelekan dan lantas tidak mengakomodir tamatan STAIN dan STIT Kerinci ini kan lucu dan patut dipertanyakan ada apa dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang tidak mengakomodir lulusan dari sekolah lingkup agama,” ungkapnya.

                Sebaliknya Martunus Wahab juga mempersilakan kepada seluruh alumninya untuk mempertanyakan dasar hukum bagi pemerintah Kabupaten Kerinci yang tidak mengakomodir tamatan STAIN dan STIT ini. “Dulukan sudah dirapatkan gara-gara tahun lalu tidak ada satupun ijazah perguruan tinggi agama Islam yang diakomodir oleh pemerintah Kabupaten akhirnya dirapatkan oleh 4 Menteri bersama BKN 2 Februari 2006,” ucap Martunus sambil memperlihatkan surat kesepakatan 4 menteri damn BKN pusat.

                Diakui Puket I STAIN Kerinci itu, surat kesepakatan tersebut tertanggal 20 April 2006 dengan Nomor : Dj.II/Dt.II.III/pp.02.3/283/06 dan baru diterimanya dari Depag RI kemarin, dimana surat kesepakatan itu ditembuskan ke Rektor UIN Se Indonesia, Rektor IAIN Se Indonesia, Ketua STAIN Se Indonesia, Kopertis Wilayah I s.d XII serta Pimpinan PTAIS Se Indonesia. “Harapan kita Pemkab bisa mengubah kebijakan tersebut,” pintanya.

                Sementara itu pula, dari keterangan yang didapatkan dilingkup pemkab Kerinci dan juga BKD menyebutkan sebenarnya pemeritah sudah mengakomodir tamatan STAIN dan STIT Kerinci, hanya saja setiba di BKN pusat dicoret. “Kita sudah usulkan ke pusat tapi dicoret oleh orang pusat,” kata salah seorang pegawai BKD, kemarin.

                Disisi lain Sekda Kerinci H Maaruf Kari dan juga Kepala BKD Kerinci Ir Mahdi Thaib yang hendak dikonfirmasikan terkait dengan kekecewaan mahasiswa dan Dosen lantaran tidak diakomodirnya tamatan STAIN dan STIT dalam penerimaan CPNS kali ini belum membuahkan hasil

 

Ancam Demo

Sementara itu, lantaran tidak diakomodirnya tamatan atau alumni STAIN dan STIT Kerinci dalam penerimaan CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci tahun ini, akhirnya jadi berbuntut panjang.

                Sejauh ini, mahasiswa dari kedua sekolah tinggi yakni STAIN dan STIT mulau menyusun kekuatan dan bahkan mereka menunggu keputusan dalam sepekan ini jika memang tidak ada perubahan serta tidak diakomodirnya lulusan STAIN dan STAIN tempat mereka menuntut ilmu sebagai calon poegawai negeri sipil, maka pihaknya (mahasiswa, red) akan mengancam dan mengelar aksi demonstrasi ke kantor Bupati Kerinci guna menuntut persamaan hal itu.

                Keinginan mahasiswa untuk berdemo itu, setelah mereka mendapatkan kabar serta melihat pengumuman testing CPNS di lingkup Pemkab Kerinci yang satupun tidak memberikan kesempatan bagi lulusan darah atau dua Sekolah Tinggi ini utnuk mengikuti tes CPNS tersebut.

                “Kami masih memberikan kesempatan sampai pekan ini dan kalau ternyata tidak juga ada perubahan maka kami akan lakukan gerakan atau aksi demo,” terang beberapa alumni dan juga BEM dari kedua Sekolah Tinggi tersebut.

                Hal ini tergambar dari penuturan Hanggara Pengurus BEM STAIN yang juga selaku pengurus LSM Gempur. Menurut dia, pihaknya yang merupakan mahasiswa STAIN Kerinci sangat kecewa atas sikap pemerintah daerah apalagi sudah jelas-jelas dari 4 Menteri ditambah lagi dari pihak BKN sudah menyetujui dan memberikan peluang yang sama atara tamatan PGSD dan PGMI di Sekolah Tinggi.

                “Ya, menteri dan BKN  saja mengakui, lantas Kenapa Pemda tidak mengakomodirnya dengan tidak menerima tamatan STAIN dan STIT Kerinci ini,” ungkapnya.

                Kalau memang demikian adanya sebut Hanggara, maka pihaknya juga akan bertindak dalam beberapa hari kedepan ini guna memperjuangkan nasib alumni dan alamamaternya agar dihargai oleh pemerintah daerah. “Sedih rasanya kalau di rumah sendiri kita tidak dihargai,” ungkapnya.

                Demikian pula sebaliknya penuturan Presiden BEM STIT Kerinci Ayatullah Kumaini. Dirinya juga merasa terkejut setelah mendapatkan kabar bahwa alumni STIT dan STAIN tidak diakomodir di penerimaan tes CPNS Pemda Kerinci kali ini.

                Kejadian ini katanya, hampir sama persis dengan kejadian yang terjadi pada tahun sebelumnya dan berbuntut pada aksi demo ke pemerintah kabupaten Kerinci. “Kalau sekarang juga tidak diakomodir berarti Pemda Kerinci yang kurang memperhatikan tamatan Kerinci dan kita akan kembali berdemo dan demo kali ini besar-besaran, apalagi kita sudah punya dasar yang jelas yakni surat kesepakatan 4 Menteri dan BKN,” tandasnya. (wdo)

 

Warga Berburu Kursi CPNS

PASCA pengumuman pembukaan lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), warga kota Jambi tampak berbondong-bondong mendatangi instansi pemerintah tempat pembukaan lowongan CPNS tersebut. Tak ayal, baik kantor Pos Besar Kota Jambi yang terletak di Jalan Sutomo Pasar, maupun kantor walikota Jambi dikerumuni para pemburu kursi CPNS tersebut.

Menurut keterangan pihak Pos dan Sat Pol PP Kota Jambi, dari pukul 7.00 WIB, para pencari kerja ini seolah tak berhenti mendatangi instansi tersebut. Bahkan yang melihat papan pengumuman di dua tempat ini bukan hanya warga Kota Jambi. Pengumuman CPNS yang memang secara serentak di Provinsi Jambi diumumkan hari ini. Membuat minat warga Jambi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin tinggi saja. Namun besarnya minat atas pengumuman CPNS ini ternyata tidak diiringi dengan berkas yang masuk ke kantor pos kemarin. Hal ini diakui oleh Ronald, Kepala Bagian Pemasaran Kantor Pos Besar Jambi kepada Jambi Ekspres, Kamis (20/11) kemarin.

“Baru sedikit berkas yang masuk hari ini. Dari buka pukul 8.00 WIB tadi, saya perkirakan hanya berjumlah belasan,” ungkapnya tak mau menyebutkan angka.

Dan memang, kedatangan koran ini pukul 14.00 WIB, baru 10 berkas yang ada di meja loket khusus yang disediakan oleh kantor pos ini. Loket yang terletak di samping kanan kantor pos besar ini, sangat sepi dan hanya di tunggu oleh dua orang petugas. Dari keterangan petugas tersebut, baru sepuluh berkas yang masuk. Diantaranya terdapat berkas yang untuk penerimaan CPNS Kota Jambi, Provinsi Jambi dan Muarojambi

“Perkiraan saya ramainya baru senin depan, karena mereka yang melihat pengumuman hari ini butuh persiapan untuk memasukan berkas,” terang Ronald lagi.

Bentuk antisipasi dari kantor ini sendiri jika ramai, sudah ada enam loket penerimaan berkas yang disiapkan. Agar tidak terjadi antrian panjang, ke enam loket ini akan di fungsikan secara maksimal.

Sementara itu, sejumlah warga yang mengerumuni papan pengumuman di pos besar terlihat kecewa. Pasalnya tidak semua formasi dari sepuluh kabupaten/kota terdapat di pos ini. Beda dengan tahun sebelumnya yang informasinya lengkap tersedia.

“Bisa dikatakan ini pengumuman mendadak, karena kita baru dapat bahan kemarin sore di provinsi. Dengan kabupaten kita juga kurang berkoordinasi, jadi tidak semua keterangan ada,” jelas Ronald.

Sementara itu, Maryadi Syarif, Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) kota Jambi mengatakan dihari terakhir penerimaan berkas kamis (20/11) kemarin. Ada 1.000 lebih berkas yang masuk. Padahal formasi 2008 ini untuk seluruh provinsi jambi, depag hanya terima 131 CPNS.

“Tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya ada 400 orang pelamar, maka tahun ini lebih dari 1.000,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, hampir 800 orang yang memasukan lamaran berasal dari tenaga guru. Karena memang formasi tahun ini guru lebih banyak porsinya dari tenaga teknis. Terkait kapan waktu dan tempat pelaksanaan tes, dijelaskan Maryadi pihaknya belum tahu.“Masih akan dirapatkan dulu,” jelasnya.

                Sementara itu, dibukanya lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Departemen Agama (Depag), sejak 17-20 Nopember 2008 ini. Ternyata pelamar yang memasukkan berkas di Depag Kabupaten Merangin juga cukup banyak.

                Bahkan para petugas tanpak sibuk melayani para pencari kerja tersebut di Aula Depag Merangin. Hanya saja berapa jumlah pelamar yang memasukkan berkas hingga kemarin belum diketahui secara pasti, karena hingga sore kemarin masih direkap oleh petugas Depag.

                ‘’Yang mendaftar cukup banyak sudah lebih dari 200 orang, tapi jumlah keseluruhannya belum dihitung. Apalagi cukup banyak formasinnya,’’ ujar beberapa petugas yang menerima berkas lamaran di aula Depag Merangin menjawab harian ini, kemarin.

                Tahun ini Kabupaten Sarolangun terima CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 344 orang. Penerimaan tersebut, kemarin dibuka pendaftarannya hingga 4 Desember 2008, dan pelaksanaan tes pada 21 Desember 2008 yang dilakukan serentak se-Provinsi Jambi.

                Kepala BKD Sarolangun Drs Halbunan saat dikonfirmasi harian ini menjelaskan, bahwa kebutuhan penerimaan CPNS untuk Kabupaten Sarolangun sebanyak 344 orang dengan rincian tenaga guru 170, kesehatan 61, dan tenaga teknis 113 orang.

                ‘’Untuk pengumuman lulus seleksi bahan ditetap pada 12 Desember 2008. Untuk lebih lengkap, bagi pelamar dapat melihat papan pengumumannya di kantor BKD Sarolangun,’’terang Halbunan.

                Sementara itu, menurut pantauan harian ini, Kabupaten Sarolangun telah merekrut tenaga honorer dari latar belakang pendidikan SLTA hingga S1. Hingga saat ini, tenaga honorer tersebut masih bertahan yang diperkirakan dalam jumlah banyak. (wix/era/fah)

November 21, 2008 Posted by | Petikan Website, Test Penerimaan CPNS | | Leave a Comment

Penerimaan CPNS Propinsi Jambi ; Posted Jambi Independen 20 November 2008

Utama: CPNS Daerah Buka Hari Ini
Posted on Thursday, November 20 @ 11:15:00 WIT by udink

Masa Pendaftaran
sampai 4 Desember


Alpadli M & Dedy R,
Kota Jambi

PEMERINTAH Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten/kota hari ini (20/11) mulai membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) daerah. Pengumuman yang ditunggu-tunggu para peminat profesi PNS itu dimuat di Jambi Independent hari ini dan ditempel di kantor-kantor pemerintahan masing-masing daerah.

Pemprov Jambi akan merekrut sebanyak 127 CPNS lewat jalur umum. Sebanyak 70 di antaranya akan direkrut untuk tenaga kesehatan, 48 tenaga teknis, dan 9 untuk pelatih dan atlet. Khusus lowongan untuk pelatih dan atlet baru dibuka tahun ini. 

Dalam keterangannya, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Syafruddin Effendi menjelaskan, pengiriman lamaran dilakukan lewat pos mulai 20 November 2008 sampai 4 Desember 2008. Hasil seleksi administrasi berkas akan diketahui pada 12 Desember 2008.
Dia juga menjelaskan, ujian tertulis akan dilakukan pada 21 Desember 2008 serentak se-Provinsi Jambi. Hasil dari keseluruhan seleksi, lanjut Sekda, akan diketahui pada 12 Januari 2009.

Sementara itu, Pemkot akan menerima sebanyak 377 CPNS setelah mendapat persetujuan penambahan 59 formasi untuk tenaga kesehatan. Plt Sekda Kota Jambi Husin Kasim mengatakan, penambahan itu diperlukan untuk memenuhi tenaga kesehatan di RSUD H Abdul Manap yang baru diresmikan.

Tenaga guru masih mendominasi kebutuhan Pemkot tahun ini, yakni 201 formasi. Sedangkan untuk tenaga kesehatan dibuka 127 formasi dan tenaga teknis 49 formasi. “Itu semua untuk perekrutan di jalur umum tahun ini,” katanya.

Pemkab Tanjab Timur akan merekrut 432 CPNS lewat jalur umum, honorer, dan sekretaris desa (sekdes). Pelamar umum akan diterima sebanyak 218 guru, 66 tenaga kesehatan, dan 46 tenaga teknis. Sedangkan honorer akan direkrut 63 CPNS dan sekdes 39.
Kepala BKD Tanjab Timur Hasan Hamzah mengakui bahwa Tanjab Timur memang memrioritaskan perekrutan tenaga guru. Selain itu, perekrutan kali ini dibatasi hanya bagi pencari kerja dengan latar belakang pendidikan S-1 dan D-3.

Di Batanghari, kebutuhan terbanyak juga tenaga guru. Tahun ini Pemkab setempat akan merekrut sebanyak 331 CPNS, 201 di antaranya guru. Sisanya, 85 formasi untuk tenaga kesehatan dan 45 formasi tenaga teknis dan administrasi lainnya.

Menurut Kepala BKD Batanghari Usman A, tahun ini ada kebijakan khusus yang dibuat oleh Pemkab, yakni kesediaan mengabdi selama sepuluh tahun sejak diterima menjadi PNS. Hal itu ditunjukkan CPNS dalam bentuk pernyataan tertulis. 

“Ini untuk mengantisipasi kecenderungan CPNS minta pindah padahal baru saja diterima,” katanya. Dalam beberapa kasus, sering kali CPNS langsung mengajukan surat permohonan pindah segera setelah mendapatkan nomor induk pegawai (NIP). “Kalau begitu, selamanya kita akan kekurangan tenaga,” katanya.

Pemkab Kerinci juga memastikan dibukanya pendaftaran CPNS daerah mulai hari ini. Daerah paling ujung di bagian barat Provinsi Jambi itu akan merekrut setidaknya 432 CPNS. Sebanyak 243 di antaranya akan direkrut lewat jalur umum, 98 lewat jalur honorer, dan 91 lewat jalur sekdes.    

Kasubid Pengadaan dan Pensiun BKD Kerinci Ir Neli Hasmia Ningsih mengatakan, kesempatan terbanyak diberikan kepada guru, yakni sebanyak 133 formasi. Sisanya tenaga kesehatan 63 dan tenaga teknis 47.

Sekda Kerinci H Maaruf Kari mengingatkan agar pelamar CPNS tidak terpengaruh calo atau pejabat yang mengaku bisa menjamin kelulusan. “Tes CPNS ini murni. Tak satu pun yang bisa menjamin seseorang itu lulus, termasuk saya selaku sekda,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Sarolangun tahun ini mendapat persetujuan untuk menerima CPNS lebih banyak dari usulan awal 468 orang. Kepala BKD Kabupaten Sarolangun Z Halbunan kemarin (19/11) mengatakan, ada tambahan 50 orang.

Jadi Sarolangun tahun ini akan merekrut sebanyak 518 CPNS. Sebanyak 150 orang di antaranya direkrut lewat jalur honorer. Sayang, Halbunan belum berani membeberkan formasi CPNS yang dibutuhkan dengan alasan belum melapor ke bupati.

KPUD Provinsi Jambi juga menerima CPNS dari kalangan lulusan S-I dan D-III. Sekretaris KPUD Provinsi Jambi Abdul Zaki menyatakan, rekrutmen pegawai KPUD dilakukan seluruh daerah di Indonesia. “Kita di bawah koordinasi Palembang,” ujar pria yang baru dua hari dilantik itu, kemarin.

Di antara sarjana yang dibutuhkan KPUD itu adalah dari jurusan ilmu pemerintahan, politik, administrasi negara dan ilmu hubungan internasional. Lainnya, hukum perdata, pidana, tata negara, dan administrasi negara dan ekonomi manajemen. Sedangkan D-III akan diambil dari jurusan akuntansi, komunikasi/humas dan komputer.  Pendaftaran dibuka selama 24-28 November 2008.(usr/lis/eep/roz/dra/aki)

November 21, 2008 Posted by | Test Penerimaan CPNS | Leave a Comment

Berita Seputar Penerimaan CPNS dari Jambi Independen Selasa 18 November 2008

Utama: Pakai Jaringan, Bawa Surat BKN
Posted on Monday, November 17 @ 21:37:33 WIT by udink

PNS memang masih menjadi daya tarik bagi sebagian besar masyarakat Jambi. Kondisi itulah yang dimanfaatkan para calo untuk menjerat korban. Dalam aksinya para calo juga sangat meyakinkan. Mereka tak segan-segan menjual nama pejabat yang berkompenten dan mengaku kenal orang pusat.

Rominof, misalnya, dalam aksinya tidak bergerak sendiri. Dia memanfaatkan dua rekannya, Sovia Haviz dan Dasmilla, sebagai pencari mangsa dengan imbalan dapat komisi Rp 2 juta per orang.

Untuk meyakinkan para korban, Rominof cs mengaku punya kenalan di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jakarta. Dia juga menunjukkan beberapa surat dengan stempel asli BKN Jakarta. Entah dari mana Rominof mendapatkan itu, yang jelas dia menargetkan mendapatkan uang dari hasil pencaloan CPNS tersebut. Hal itu terbukti di persidangan.

Sekadar mengingatkan, atas perbuatannya, Rominof divonis hakim 2,6 tahun. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi terungkap, dalam setiap aksinya Rominof menargetkan mendapat Rp 15 juta dari setiap korban. Aksi penipuan itu dilakukan pada 2004-2006.
Jika dikalikan jumlah korban sebanyak 54 orang, selama dua tahun beraksi Rominof berhasil meraup dana Rp 810 juta. Jumlah ini bisa lebih, sebab di antara korban ada yang menyetor hingga ratusan juta. 

“Saya dan Dasmila hanya bertugas mencarikan orang yang ingin menjadi CPNS. Yang urus semuanya Rominof,” kata Sovia Havis. Menurut Sovia, dia masuk dalam lingkaran percaloan berawal dari meminta tolong kepada Rominof untuk meloloskan adiknya menjadi CPNS.
Sovia melanjutkan, dia menemui Rominof karena yang bersangkutan mengaku kenal dengan orang dalam BKN. Namun Rominof mengatakan tidak bisa diproses kalau hanya satu orang. “Kebetulan ada beberapa orang juga yang datang kepada saya untuk meminta tolong,” ungkap Sovia yang mengaku sebelumnya pernah mengurusi orang yang ingin menjadi CPNS.

Lebih jauh Sovia mengatakan, dalam aksinya mereka mereka menjanjikan korban bisa diterima sebagai PNS. Korban diharuskan menyerahkan uang antara 25 juta hingga 30 juta untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkat D-3 dan sarjana, uang yang disetorkan antara Rp 30 hingga Rp 35 juta.

Setelah menerima uang, kepada setiap korban mereka menjanjikan SK pengangkatan sebagai PNS segera turun. Tapi hingga waktu yang ditentukan, SK tersebut belum juga diterima korban.(lyn)

November 18, 2008 Posted by | Test Penerimaan CPNS | 1 Comment

Berita Seputar Penerimaan CPNS dari Jambi Independen Selasa 18 November 2008

Utama: Calo CPNS Belum Jera
Posted on Monday, November 17 @ 21:35:19 WIT by udink

Pemprov Diminta
Tak Menutupi

alpadli & suci idealin, Kota Jambi

PARA calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) tak jera beraksi setiap kali rekrutmen pegawai pemerintahan dimulai. Padahal sejumlah calo sudah diseret sampai ke meja hijau atas laporan para peminat yang gagal masuk CPNS.

Anggota Fraksi Keadilan Demokrat (FKD) DPRD Provinsi Jambi Syafrudin Dwi Aprianto menengarai bahwa praktik percaloan selalu mencuat di setiap perekrutan CPNS di Provinsi Jambi. Hanya saja, lanjut dia, praktik “jalur belakang” ini sulit dibuktikan.

Dia berharap pemerintah tidak ikut menutup-nutupi praktik percalonan. Justru, katanya, panitia harus proaktif membongkar percaloan untuk membuktikan bahwa rektrutmen CPNS itu bersih. “Praktik percaloan ini kan ibarat pepatah, bisa dirasa tapi sulit diraba,’’ kata politisi dari PKS ini kemarin.

Kasus percaloan terakhir yang berhasil diungkap aparat terjadi di Kabupaten Merangin. Pekan lalu, polisi setempat menangkap Heru (40) setelah mendapat laporan dari Tampubolon (59) dan Silitonga (45). Kedua warga itu mengaku ditipu Heru, masing-masing Rp 70 juta.
Kisahnya, Heru mengaku kepada Tampubolon dan Silitonga bisa memasukkan anak-anak mereka menjadi CPNS di Merangin pada 2006-2007 lalu. Namun janji itu tidak kesampaian. Masalahnya, Heru juga menolak mengembalikan uang yang telanjur disetor kedua warga tersebut.

Menurut Tampubolon, pada 29 Desember 2007 lalu Heru pernah mengembalikan uang, tapi baru Rp 20 juta. “Sisanya hingga kini belum dikembalikan, sampai kami melaporkan kasus ini ke polisi,” ujar Tampubolan.

Selain Heru, setidaknya kini ada empat calo CPNS yang sedang menjalani hukum, baik di kepolisian maupun di pengadilan. Yang paling menggemparkan adalah kasus penipuan peminat CPNS dengan tersangka Rominof dan dua rekannya, Sovia Haviz dan Dasmilla.
Dari persidangan di Pengadilan Negeri Jambi terungkap, selama dua tahun, 2004-2006, Rominof Cs berhasil menipu 54 peminat CPNS. Ini jumlah yang melapor. Menurut informasi, masih banyak korban Rominof cs yang tidak melapor karena malu.

Kasus tersebut terungkap setelah para korban melaporkan Rominof cs karena uang mereka tidak dikembalikan pelaku setelah tahu mereka gagal diloloskan lewat jalur kilat. Padahal dalam perjanjian, jika tidak lolos uang akan dikembalikan. Dari puluhan korban tersebut, dana yang berhasil diraup Rominof cs mencapai angka miliaran rupiah.

Ya, para calo umumnya bergerak dengan janji bisa menggolkan “kliennya” menjadi CPNS lewat jalur cepat dan menyebut nama pejabat di pemerintahan. Syaratnya itu tadi, uang pelicin antara Rp 30 sampai Rp 70 juta.

Aksi seperti Heru dan Rominof cs diyakini banyak kalangan masih berlanjut. Bahkan, pada bulan ini, ketika sebagian instansi sudah membuka pendaftaran CPNS, para calo itu sudah beraksi. Mereka juga sudah bersiap menyambut pembukaan CPNS di lingkungan Pemprov dan pemkab/pemkot dalam Provinsi Jambi.

Sayang, Panitia Pelaksana Penerimaan CPNS Pemprov Jambi tidak begitu ambil pusing dengan aksi percaloan ini. Karena itu Kepala Biro Urusan Kepegawaian Setda Provinsi Jambi Husnaini menyatakan, tidak ada antisipasi khusus untuk membendung aksi percaloan.
Saat disebutkan bahwa aksi percaloan mulai marak lagi dan bisa merugikan peminat CPNS serta merusak citra pemerintahan, Husnaini tak banyak berkomentar. “Kita berharap kali ini tidak ada calo yang bermain,” ujarnya kemarin (16/11).

Husnaini juga tidak memberikan langkah-langkah panitia untuk mengatasi percalonan. Itu karena dia sangat yakin tidak ada aksi percaloan pada penerimaan CPNS di lingkup Pemprov tidak. Jadi, “Kalau ada percalonan, itu bukan di Pemprov,” katanya.(*)

November 18, 2008 Posted by | Test Penerimaan CPNS | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.