www.NaizalNorewan.com2

Naizal Norewan World Wide

Berita Penerimaan CPNS ; Jambi Ekspres 21 November 2008

Alumni STAIN-STIT Tak Diakomodir
Friday, 21 November 2008

Ikut Seleksi CPNS di Kerinci

 SUNGAIPENUH-Nasib kurang menguntungkan menimpa alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan SekolahTinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Kerinci. Ribuan mantan mahasiswa di dua perguruan tinggi tersebut tidak diakomodir dalam penerimaan CPNS di Kabupaten Kerinci untuk tahun 2008. poto-cpns
   PADAT : Kantor Depag Kota Jambi, kemarin yang dipadati pemburu kursi CPNS.

Terutama sekali bagi ribuan alumni Program Diploma Dua (D2) STAIN dan STIT ini, mereka terpaksa harus mencari dan mengadu nasib ke daerah lain lantaran di negeri sendiri yakni di Kerinci tidak ada penerimaan pegawai negeri.

                Melainkan yang diterima saat ini di Kerinci adalah lulusan D2 PGSD dan bukan yang berasal dari STAIN maupun STIT Kerinci itu. Anehnya lagi justru di daerah lain atau di luar Kerinci seperti di Kabupaten Solok Selatan atau di Padang Aro, justru tamatan D2 STAIN dan STIT Kerinci diakomodir dalam penerimaan CPNS tahun ini.

                “Kami sangat kecewa sekali dengan sikap pemerintah Kabupaten Kerinci yang tidak memperjuangkan nasib ribuan alumni STAIN dan STIT Kerinci ini. Memang aneh Pemda Kerinci, masa alumni sendiri tidak diterima atau dihargai, lalu siapa lagi yang akan menghargai tamatan Kerinci kalau tidak Pemerintah Kerinci,” terang Adi Novendra mantan Presiden STAIN Kerinci yang juga alumni D2 yang kini telah transfer ke S1 itu.

                 Ia menjelaskan, apakah Pemda Kerinci tidak merasa malu yang tidak menghargai tamatan dua sekolah tinggi di Kerinci ini sementara orang lain saja menerimanya dan masih memberikan kesempatan bagi alumni Kerinci. “Soal lulus atau tidak itu tergantung dari perjuangan masing-masing individu pula, sekarang ini kami diibaratkan merantau dalam negeri atau sebelum berperang kami sudah kalah duluan,” jelasnya.

                Dikatakan Andi lagi, alumni atau lulusan STAIN dan STIT Kerinci jumlahnya ada ribuan orang itu untuk Diploma 2 saja, belum lagi S1 nya dari pengumuman yang telah dikeluarkan oleh pemda Kerinci tidak satupun yang mengakomodir tamatan STAIN  dan STIT ini. “Bagaimana kami tidak kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang kurang memperhatikan nasib putera daerah sendiri,” ucapnya.

                Disisi lain rasa kecewa dan nada protes disampaikan langsung oleh Pembantu Ketua (Puket) I STAIN Kerinci Drs H  Martunus Wahab, MPdI. Dirinya juga mengakui tidak ada alasan bagi pemerintah Kabupaten Kerinci tidak mengakomodir tamatan STAIN dan STIT terutama D2 PGMI. “Tidak ada alasan untuk tidak menerima lulusan STAIN dan STIT,” tegas Martunus Wahab yang juga Ketua STIT Kerinci.

                Dengan nada emosi Martunus menuturkan, bahwa 4 Menteri yakni Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), Menteri Agama, Mendiknas, Menkes, BKN Pusat dan termasuk juga BKND Sumatera Barat telah menyepakati antara lain bahwa dalam penjaringan atau testing CPNS khusunya untuk calon guru MI dan SD diberikan peluang yang sama antara lulusan Program D2 PGSD yang diselengarakan oleh Depdagri di lingkungan Diknas dengan PGMI/SD yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Islam dilingkungan Depag.

                “Ini sudah disepekati oleh 4 Menteri, masa pemerintah Kabupaten Kerinci menyepelekan dan lantas tidak mengakomodir tamatan STAIN dan STIT Kerinci ini kan lucu dan patut dipertanyakan ada apa dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang tidak mengakomodir lulusan dari sekolah lingkup agama,” ungkapnya.

                Sebaliknya Martunus Wahab juga mempersilakan kepada seluruh alumninya untuk mempertanyakan dasar hukum bagi pemerintah Kabupaten Kerinci yang tidak mengakomodir tamatan STAIN dan STIT ini. “Dulukan sudah dirapatkan gara-gara tahun lalu tidak ada satupun ijazah perguruan tinggi agama Islam yang diakomodir oleh pemerintah Kabupaten akhirnya dirapatkan oleh 4 Menteri bersama BKN 2 Februari 2006,” ucap Martunus sambil memperlihatkan surat kesepakatan 4 menteri damn BKN pusat.

                Diakui Puket I STAIN Kerinci itu, surat kesepakatan tersebut tertanggal 20 April 2006 dengan Nomor : Dj.II/Dt.II.III/pp.02.3/283/06 dan baru diterimanya dari Depag RI kemarin, dimana surat kesepakatan itu ditembuskan ke Rektor UIN Se Indonesia, Rektor IAIN Se Indonesia, Ketua STAIN Se Indonesia, Kopertis Wilayah I s.d XII serta Pimpinan PTAIS Se Indonesia. “Harapan kita Pemkab bisa mengubah kebijakan tersebut,” pintanya.

                Sementara itu pula, dari keterangan yang didapatkan dilingkup pemkab Kerinci dan juga BKD menyebutkan sebenarnya pemeritah sudah mengakomodir tamatan STAIN dan STIT Kerinci, hanya saja setiba di BKN pusat dicoret. “Kita sudah usulkan ke pusat tapi dicoret oleh orang pusat,” kata salah seorang pegawai BKD, kemarin.

                Disisi lain Sekda Kerinci H Maaruf Kari dan juga Kepala BKD Kerinci Ir Mahdi Thaib yang hendak dikonfirmasikan terkait dengan kekecewaan mahasiswa dan Dosen lantaran tidak diakomodirnya tamatan STAIN dan STIT dalam penerimaan CPNS kali ini belum membuahkan hasil

 

Ancam Demo

Sementara itu, lantaran tidak diakomodirnya tamatan atau alumni STAIN dan STIT Kerinci dalam penerimaan CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci tahun ini, akhirnya jadi berbuntut panjang.

                Sejauh ini, mahasiswa dari kedua sekolah tinggi yakni STAIN dan STIT mulau menyusun kekuatan dan bahkan mereka menunggu keputusan dalam sepekan ini jika memang tidak ada perubahan serta tidak diakomodirnya lulusan STAIN dan STAIN tempat mereka menuntut ilmu sebagai calon poegawai negeri sipil, maka pihaknya (mahasiswa, red) akan mengancam dan mengelar aksi demonstrasi ke kantor Bupati Kerinci guna menuntut persamaan hal itu.

                Keinginan mahasiswa untuk berdemo itu, setelah mereka mendapatkan kabar serta melihat pengumuman testing CPNS di lingkup Pemkab Kerinci yang satupun tidak memberikan kesempatan bagi lulusan darah atau dua Sekolah Tinggi ini utnuk mengikuti tes CPNS tersebut.

                “Kami masih memberikan kesempatan sampai pekan ini dan kalau ternyata tidak juga ada perubahan maka kami akan lakukan gerakan atau aksi demo,” terang beberapa alumni dan juga BEM dari kedua Sekolah Tinggi tersebut.

                Hal ini tergambar dari penuturan Hanggara Pengurus BEM STAIN yang juga selaku pengurus LSM Gempur. Menurut dia, pihaknya yang merupakan mahasiswa STAIN Kerinci sangat kecewa atas sikap pemerintah daerah apalagi sudah jelas-jelas dari 4 Menteri ditambah lagi dari pihak BKN sudah menyetujui dan memberikan peluang yang sama atara tamatan PGSD dan PGMI di Sekolah Tinggi.

                “Ya, menteri dan BKN  saja mengakui, lantas Kenapa Pemda tidak mengakomodirnya dengan tidak menerima tamatan STAIN dan STIT Kerinci ini,” ungkapnya.

                Kalau memang demikian adanya sebut Hanggara, maka pihaknya juga akan bertindak dalam beberapa hari kedepan ini guna memperjuangkan nasib alumni dan alamamaternya agar dihargai oleh pemerintah daerah. “Sedih rasanya kalau di rumah sendiri kita tidak dihargai,” ungkapnya.

                Demikian pula sebaliknya penuturan Presiden BEM STIT Kerinci Ayatullah Kumaini. Dirinya juga merasa terkejut setelah mendapatkan kabar bahwa alumni STIT dan STAIN tidak diakomodir di penerimaan tes CPNS Pemda Kerinci kali ini.

                Kejadian ini katanya, hampir sama persis dengan kejadian yang terjadi pada tahun sebelumnya dan berbuntut pada aksi demo ke pemerintah kabupaten Kerinci. “Kalau sekarang juga tidak diakomodir berarti Pemda Kerinci yang kurang memperhatikan tamatan Kerinci dan kita akan kembali berdemo dan demo kali ini besar-besaran, apalagi kita sudah punya dasar yang jelas yakni surat kesepakatan 4 Menteri dan BKN,” tandasnya. (wdo)

 

Warga Berburu Kursi CPNS

PASCA pengumuman pembukaan lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), warga kota Jambi tampak berbondong-bondong mendatangi instansi pemerintah tempat pembukaan lowongan CPNS tersebut. Tak ayal, baik kantor Pos Besar Kota Jambi yang terletak di Jalan Sutomo Pasar, maupun kantor walikota Jambi dikerumuni para pemburu kursi CPNS tersebut.

Menurut keterangan pihak Pos dan Sat Pol PP Kota Jambi, dari pukul 7.00 WIB, para pencari kerja ini seolah tak berhenti mendatangi instansi tersebut. Bahkan yang melihat papan pengumuman di dua tempat ini bukan hanya warga Kota Jambi. Pengumuman CPNS yang memang secara serentak di Provinsi Jambi diumumkan hari ini. Membuat minat warga Jambi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin tinggi saja. Namun besarnya minat atas pengumuman CPNS ini ternyata tidak diiringi dengan berkas yang masuk ke kantor pos kemarin. Hal ini diakui oleh Ronald, Kepala Bagian Pemasaran Kantor Pos Besar Jambi kepada Jambi Ekspres, Kamis (20/11) kemarin.

“Baru sedikit berkas yang masuk hari ini. Dari buka pukul 8.00 WIB tadi, saya perkirakan hanya berjumlah belasan,” ungkapnya tak mau menyebutkan angka.

Dan memang, kedatangan koran ini pukul 14.00 WIB, baru 10 berkas yang ada di meja loket khusus yang disediakan oleh kantor pos ini. Loket yang terletak di samping kanan kantor pos besar ini, sangat sepi dan hanya di tunggu oleh dua orang petugas. Dari keterangan petugas tersebut, baru sepuluh berkas yang masuk. Diantaranya terdapat berkas yang untuk penerimaan CPNS Kota Jambi, Provinsi Jambi dan Muarojambi

“Perkiraan saya ramainya baru senin depan, karena mereka yang melihat pengumuman hari ini butuh persiapan untuk memasukan berkas,” terang Ronald lagi.

Bentuk antisipasi dari kantor ini sendiri jika ramai, sudah ada enam loket penerimaan berkas yang disiapkan. Agar tidak terjadi antrian panjang, ke enam loket ini akan di fungsikan secara maksimal.

Sementara itu, sejumlah warga yang mengerumuni papan pengumuman di pos besar terlihat kecewa. Pasalnya tidak semua formasi dari sepuluh kabupaten/kota terdapat di pos ini. Beda dengan tahun sebelumnya yang informasinya lengkap tersedia.

“Bisa dikatakan ini pengumuman mendadak, karena kita baru dapat bahan kemarin sore di provinsi. Dengan kabupaten kita juga kurang berkoordinasi, jadi tidak semua keterangan ada,” jelas Ronald.

Sementara itu, Maryadi Syarif, Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) kota Jambi mengatakan dihari terakhir penerimaan berkas kamis (20/11) kemarin. Ada 1.000 lebih berkas yang masuk. Padahal formasi 2008 ini untuk seluruh provinsi jambi, depag hanya terima 131 CPNS.

“Tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya ada 400 orang pelamar, maka tahun ini lebih dari 1.000,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, hampir 800 orang yang memasukan lamaran berasal dari tenaga guru. Karena memang formasi tahun ini guru lebih banyak porsinya dari tenaga teknis. Terkait kapan waktu dan tempat pelaksanaan tes, dijelaskan Maryadi pihaknya belum tahu.“Masih akan dirapatkan dulu,” jelasnya.

                Sementara itu, dibukanya lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Departemen Agama (Depag), sejak 17-20 Nopember 2008 ini. Ternyata pelamar yang memasukkan berkas di Depag Kabupaten Merangin juga cukup banyak.

                Bahkan para petugas tanpak sibuk melayani para pencari kerja tersebut di Aula Depag Merangin. Hanya saja berapa jumlah pelamar yang memasukkan berkas hingga kemarin belum diketahui secara pasti, karena hingga sore kemarin masih direkap oleh petugas Depag.

                ‘’Yang mendaftar cukup banyak sudah lebih dari 200 orang, tapi jumlah keseluruhannya belum dihitung. Apalagi cukup banyak formasinnya,’’ ujar beberapa petugas yang menerima berkas lamaran di aula Depag Merangin menjawab harian ini, kemarin.

                Tahun ini Kabupaten Sarolangun terima CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 344 orang. Penerimaan tersebut, kemarin dibuka pendaftarannya hingga 4 Desember 2008, dan pelaksanaan tes pada 21 Desember 2008 yang dilakukan serentak se-Provinsi Jambi.

                Kepala BKD Sarolangun Drs Halbunan saat dikonfirmasi harian ini menjelaskan, bahwa kebutuhan penerimaan CPNS untuk Kabupaten Sarolangun sebanyak 344 orang dengan rincian tenaga guru 170, kesehatan 61, dan tenaga teknis 113 orang.

                ‘’Untuk pengumuman lulus seleksi bahan ditetap pada 12 Desember 2008. Untuk lebih lengkap, bagi pelamar dapat melihat papan pengumumannya di kantor BKD Sarolangun,’’terang Halbunan.

                Sementara itu, menurut pantauan harian ini, Kabupaten Sarolangun telah merekrut tenaga honorer dari latar belakang pendidikan SLTA hingga S1. Hingga saat ini, tenaga honorer tersebut masih bertahan yang diperkirakan dalam jumlah banyak. (wix/era/fah)

November 21, 2008 - Posted by | Petikan Website, Test Penerimaan CPNS |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: